Belajar dari Apapun Ciptaan-Nya

0
16

Belajar adalah aktifitas yang tak ada hentinya dalam kehidupan. Setiap waktu adalah belajar. Setiap nafas adalah belajar. Karena manusia yang hidup tanpa belajar, tidak ada bedanya dengan benda mati, seolah tak bernyawa.

Dari awal dilahirkan ke bumi, kita belajar. Merangkak, berdiri, dan berlari. Hingga ketika akal telah mencapai kesempurnaan dalam berpikir, kita mulai belajar membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Manusia dengan karunia akal dari Allah memang sudah sewajarnya lah mengisi kesempatan kehidupan yang telah diberikan-Nya untuk senantiasa belajar. Jangan sampai kita mencukupkan diri dengan ilmu yang telah dimiliki. Seolah sudah paling memahami makna kehidupan. Padahal, semakin kita menggali kehidupan, semakin banyak ilmu tersimpan yang bermunculan. Dan semakin sadarlah bahwa kita tak berilmu di hadapan Allah.

Allah senantiasa menyisipkan pelajaran berharga dalam setiap detail ciptaan-Nya.

Lihatlah pada dedaunan yang berayun, adakah setiap helai mereka serupa, bentuknya, warnanya dan baunya?

Lihatlah juga pada fauna yang bertebaran di muka bumi mencari rizki-Nya. Bagaimanakah bentuk mereka, matanya, hidungnya, anggota tubuh lainnya, warnanya, kebiasaannya. Adakah makhluk bumi yang bisa menciptakan yang serupa, termasuk manusia yang berakal?

Perhatikanlah juga ciptaan-Nya yang lain. Tidaklah ada sesuatu yang terlihat tak seimbang. Segala puji bagi Allah yang Maha Sempurna.

Maka, belajarlah pada apapun di sekitar dan akan kita temukan berbagai pelajaran berharga. Tidaklah pantas kita cukupkan kebutuhan kita hanya pada satu ilmu.

Belajarlah pada Nabi Musa melalui kisah perjalanannya bersama Khidir.

هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَى أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْد. قَالَ إِنَّكَ لَن تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْراً

‘Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?’ Dia menjawab, ‘Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku.’‘ (QS. Al-Kahfi: 66–67)

Bahkan Khidir pernah berkata kepada Musa ketika tiba-tiba seekor burung hinggap di tepi perahu yang mereka tumpangi, ia mematuk (meminum) seteguk atau dua kali teguk air laut.

‘Wahai Musa, ilmuku dan ilmumu tidak sebanding dengan ilmu Allah, kecuali seperti paruh burung yang meminum air laut tadi!’

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia, alam semesta dan kehidupan sehingga kita dapat selalu belajar darinya. Belajar dari apapun ciptaan-Nya.

(fauziya/muslimahzone.com)