Menjauhi Sebab Tomboy

0
27

Definisi tomboy

Tomboy, berasal dari bahasa Inggris tomboy yang maknanya secara bahasa adalah sifat perempuan (atau malah merujuk langsung pada pelakunya yaitu perempuan) yang identik dengan kekasaran dan aktivitas yang biasanya dikaitkan dengan peran laki-laki.

Menurut Oxford English Dictionary terkait dengan “konotasi kekasaran dan ketidakpantasan.” (Wikipedia).

Dalam Islam sifat perempuan yang seperti kaum laki-laki ini disebut sebagai : المَرْاأةُ المُتَرَجِّلَةُ (Al Imroatu Al Mutarojjilah) atau maknanya perempuan yang menyerupai kaum laki-laki. Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar radhiallahu’anhuma, ia berkata, “Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ يَنظُرُ اللَهُ عَزَّ و جَلَّ اِلَيهِمْ يَومَ القِيَامَةِ : العَاقُّ لِوَالِدَيهِ , المَرْاأةُ المُتَرَجِّلَةُ , وَ الدُّيُّوثُ

“’Ada tiga orang yang tidak akan masuk surga dan tidak akan dilihat Allah di hari kiamat kelak: Seorang yang durhaka kepada orang tuanya, wanita yang menyerupai laki-laki, serta laki-laki dayyuts (tidak memiliki sifat cemburu)’” (HR. Ahmad dan an-Nasa’i)

Tomboy = Maksiat

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhu, ia berkata,

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

Rasulullah shalallahu’alaihi wa salam melaknat para laki-laki yang menyerupai kaum wanita dan wanita yang menyerupai kaum laki-laki” (HR Bukhari).

Adanya laknat di hadis ini seharusnya sudah cukup menjadi bukti bahwa bergaya tomboy pada wanita adalah bentuk kemaksiatan. Semoga Allah memberi kita taufik.

Diantara sebab Tomboy

Tomboy bisa disebabkan oleh faktor eksternal maupun internal, berikut beberapa faktor tersebut:

1. Pendidikan yang buruk

Sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam,

كُلُّ إِنْسَانٍ تَلِدُهُ أُمُّهُ عَلَى الْفِطْرَةِ وَأَبَوَاهُ بَعْدُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِهِ

Setiap anak dilahirkan di atas fitrahnya, lalu kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi atau Nasrani atau Majusi.” (Hadist Muttafaq ‘alaih).

Seseorang akan dipengaruhi kebiasaan yang ada di lingkungannya. Ibarat pendidik lingkungan akan ikut mendidik sifat baik dan buruknya anak.

Dalam hal ini tidak hanya berupa didikan dari orang tua yang langsung mendidik anak memiliki sifat tomboy seperti biasa memakaikan anak perempuannya baju laki-laki, tapi kondisi lingkungan yang tidak mengarahkan dan mengabaikan perkembangan anak yang menyimpang karena lingkungan pertemanan misalnya juga menjadi faktor besar keberadaan sifat tomboy dalam anak perempuan.

2. Teladan yang buruk

Misalnya, keteladanan yanng diberikan oleh ibunya atau kakak perempuannya yang juga tomboy maka anak-anak perempuan atau saudari-saudarinya pun menjadikannya teladan dalam perilaku tomboy.

Hal ini sudah banyak terjadi, dimana banyak anak perempuan yang menjadi tomboy akibat teladan dari para kerabat dan wanita-wanita yang mereka kagumi.

3. Teman yang buruk

Hal ini sesuai dengan yang disebutkan Nabi Shalallahu’alaihi wa sallam,,

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً

Permisalan kawan yang baik dan yang buruk seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual minyak wangi bisa jadi memolesi kamu atau kami bisa membeli darinya, atau paling tidak kamu mendapati bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, hanya akan membakar bajumu atau kami mendapati baik tidak sedap darinya.” (Hadist Muttafaqun’alaih).

Sebaiknya dalam memilih teman dekat kita perlu lebih selektif lagi dengan hanya menjadikan orang-orang yang shalih sebagai teman curhat dan teman dekat. Adapun memiliki kenalan atau sebatas kawan biasa dengan siapa saja itu tidaklah mengapa. Akan tetapi berkawan dengan orang yang bermudah-mudahan dalam bermaksiat tentu saja memiliki batasan yang lebih ketat dari pada orang yang justru membawa manfaat pada kita karena banyak berinteraksi dengan mereka tidaklah membawa kebaikan malah justru mengancamkan keburukan mereka menular. Semoga Allah memberi kita taufik.

4. Pengaruh Media Massa

Sebagaimana kita telah mengetahuinya kaum musyrikin akan senantiasa menerjang aturan-aturan syariat dan mempromosikan akidah mereka melalui apa saja di kehidupan ini pada manusia dan kaum muslimin khususnya. Salah satu corong promosi akidah mereka adalah media masa dimana mereka bebas mempropagandakan dengan semanis-manisnya akidah sesat mereka yang mendidik halayak agar simpati dan toleran dengan akidah mereka.

Ada baiknya media masa dan media sosial yang sangat global dan bebas ini diatur ketat untuk anak-anak perempuan yang masih belum bisa menyaring informasi dengan baik, karena jika tidak, imbasnya mereka hanya akan terpengaruh oleh propaganda terselubung itu dan berkiblat pada akidah dan cara berpikir kaum musyrikin termasuk dalam bermudah-mudahannya para perempuan untuk bersikap dan berpenampilan mirip laki-laki alias tomboy.

5. Musnahnya kecemburuan para wali maupun suami

Sebagaimana hadist di paling awal tadi, bahwa kelak di hari kiamat Allah melaknat 3 sifat manusia yaitu,

  1. Durhaka pada kedua orang tua
  2. Wanita yang menyerupai laki-laki
  3. الدُّيُّوثُ (Ad-Dayyuts). Ad-Dayyuts adalah wali atau suami yang tidak cemburu atas keburukan kaum wanita mereka.

Jikalau mereka memperhatikan syariat ini, bahwa memiliki rasa cemburu atas keburukan kaum wanita yang berada dalam penjagaan mereka (mahram dan istri), mereka tentu saja akan lebih tegas menjaga wanita-wanita dari sifat tercela semacam tomboy ini. Semoga Allah memberi kita semua taufik-Nya.

6. Latah dan taklid buta

Banyak di antara para tomboy itu melakukan apa ke-tomboy-an mereka sekadar latah dan taklid buta terhadap apa yang mereka jumpai di sekitarnya tanpa berpikir dahulu, tanpa menyadai apa hakikat yang mereka lakukan itu telah melenyapkan sifat kelembutam dan tabiat kewanitaannya.

7. Kurangnya Ilmu (Kelemahan mental sebagai kaum wanita)

Sebagian kaum hawa merasa mentalnya lemah sebagai wanita (rendah diri). Sehingga mereka ingin melejitkan mentalnya –sebagaimana prasangka mereka– dengan cara berperilaku tomboy. Sebagian kaum hawa berperilaku tomboy juga karena ingin diperhatikan. Hal ini di saat ia merasa sebagai wanita dia kurang diperhatikan.

Baik latah dan taklid buta, maupun merasa lemah mental sebagai kaum hawa, merupakan akibat ketidaktahuan mereka dari ajarab-ajaran agama mereka yang telah memberikan jati diri yang sejati sebagai kaum hawa, yaitu yang memiliki kepribadian tinggi lagi mulia serta peran-potensi strategis pada islam dan kehidupan. Jadi tomboy juga merupakan akibat dari kejahilan dan malasnya jiwa menca keutamaan dalam berilmu. Wallahul musta’an.

Semoga Allah Azza wa Jalla memelihara kita sebagai kaum wanita dan kaum wanita umat ini dari kemurkaan-Nya dengan memahami sebab tomboy ini dan kemudian menjaga diri dari setiap sebab kemaksiatan ini. Aamiin.

 


Ditulis kembali oleh Lungit Fika Fauzia dengan beberapa perubahan dari Artikel Majalah Al-Mawaddah Vol. 56 Okt-Nov 2012, oleh Abu Ammar al-Ghoyami, dengan judul “Mengapa Tomboy?” hal 25.

Sumber lain : http://www.oxforddictionaries.com/definition/english/tomboy & wikipedia

Murojaah: Ustadz Ammi Nur Baits

Artikel www.muslimah.or.id