Startup Pengajak Poligami Ini Tak Gentar Lawan Haters

0
621
Ilustrasi poligami (source: stayathomemum.com.au)
Ilustrasi poligami (source: stayathomemum.com.au)

Technologue.id, Jakarta – Mencari jodoh itu gampang-gampang susah, walau ada orang-orang yang merasa lebih banyak susahnya. Lindu Cipta pun sependapat dengan itu. Namun anehnya, ia malah dengan percaya diri mendirikan situs perjodohan untuk pria yang berniat mempunyai istri lebih dari satu. Namanya AyoPoligami.com.

Sejak tujuh tahun lalu, ia mengaku telah mengobservasi beragam biro jodoh yang ada di tengah masyarakat. Menurutnya, layanan tersebut tidak efektif bagi para lajang. Malah, ada beberapa yang sudah mengeluarkan uang tetapi belum juga dapat pasangan.

“Timbullah ide ingin membuat situs jodoh yang membantu pasangan single ini, tetapi dengan gaya yang berbeda dan unik. Kita tambahkan masalah kontroversial di tengah masyarakat, yang sering dibicarakan para pria tetapi dibenci para wanita,” kisahnya pada Technologue.id(04/05/17).

halaman depan ayopoligami.com
halaman depan ayopoligami.com

Ya, sejak awal Lindu menyadari karyanya ini bakal memantik kontroversi. Akan tetapi, ia tak mempermasalahkan pro dan kontra di tengah masyarakat yang muncul akibat situs buatannya. Menurutnya, hal ini amat biasa.

“Yang pro jumlahnya tidak sedikit dari pria. Sedangkan yang kontra sangat banyak dari wanita; ada ibu saya, saudari saya. Rata rata mereka bilang ‘masih single kok bisa-bisanya buat situs poligami’,” jelas pria yang juga menjalani usaha web desain dan penyedia cloud server itu.

Tak berhenti di sana, Lindu bahkan harus menerima perlakuan yang kurang menyenangkan dari orang-orang yang ia kenal. Buktinya, Lindu sampai dikeluarkan dari beberapa grup WhatsApp dan platform lain yang ia ikuti pasca menginisiasi AyoPoligami.com.

Namun, tekadnya untuk membantu para lajang dan mereka yang telah atau pernah menikah sudah bulat. AyoPoligami.com pun ia buat dengan dana dari kantong pribadinya dan diupayakan gratis selamanya, kendati ia juga tak menampik bakal memonetisasi situs itu lewat iklan.

Dari klaim Lindu, belum sebulan AyoPoligami.com berjalan, situs itu kini punya lebih dari 1.000 pengguna. Kebanyakan adalah dari kalangan pria, walau hampir seperempat dari populasi tersebut adalah pengguna berjenis kelamin wanita. Peringkat AyoPoligami.com pun sudah melesat ke angka 4 juta dari 25 juta dalam tiga minggu perdananya.

sumber : technologue.id